Gambaran Pengetahuan Perokok Tentang Penyakit Kanker Paru


BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kanker paru merupakan salah satu penyakit ganas yang semakin makin meningkat di dunia dan biasanya timbul pada usia enam puluhan. Polusi udara, khususnya akibat merokok merupakan faktor penyebab. Orang yang beresiko tinggi adalah semua orang yang merokok lebih dari 20 tahun dan berumur di atas 50 tahun. Jika sudah ada tanda atau gejala dari penyakit ini maka 75% sudah tidak dapat sembuh lagi dan dari penderita yang sudah didiagnosis, ketahanan hidup satu tahun mencapai 20% dan ketahanan hidup lima tahun kurang dari 10% (Hidayat, 2004).

Kebiasaan merokok merupakan perilaku tidak sehat dan dapat menggerogoti paru-paru serta dapat menyebabkan 25 jenis penyakit mematikan, mulai dari kanker paru-paru, serangan jantung, asma, sampai impotensi serta gangguan kehamilan dan janin. Namun anehnya, jumlah diperkirakan akan terus meningkat dari 1,6 milliar perokok dan akan terus meningkat menjadi 1,26 milliar perokok dan menjadi 1,26 milliar perokok tahun 2030.

Dampak merokok adalah kanker paru, jantung, stoke, impoten yang akan memmatikan dan berbahaya bagi kesehatan perokok maupun di sekitar perokok baik pria maupun wanita dan terlebih-lebih bagi janin. Dimana kanker paru itu berasal dari sel-sel di dalam paru-paru tetapi bisa juga dari kanker di bagian tubuh lain yang meyebar ke paru-paru yang disebabkan oleh rokok yang telah dihisap, jumlah penderita kanker paru yang dirawat di RSUP persahabatan meningkat 74% dalam 4 tahun kanker dari 408 psien di tahun 2004 menjadi 709 di tahun 2005 (Dr. Faisal Yenes, 2008).

Banyak peneliti telah membuktikan juga bahwa adanya hubungan merokok dengan penyakit koroner dan stroke, dari 11 juta kematian pertahun di negara industri maju, WHO melaporkan lebih dari setengah (6 juta) disebabkan ganguan sirkulasi darah. Dimana 2,5 juta adalah penyakit jantung koroner dan1,5 juta adalah stroke. Menurut yang dilakukan WHO menunjukkan bahwa WHO itu telah terbukti merupakan dampak yang buruk pada kesehatan seksual yang dapat menimbulkan resiko disfungsi ereksi yang berlanjut ke impotensi terutama pada remaja. Dimana lebih dari 1300 laki-laki perokok dibanding dengan usia yang tidak merokok mengalami disfungsi ereksi dan 8000 pria juga yang berusia 16-59 tahun didapati bahwa pria yang merokok kurang sebungkus sehari akan mengalami resiko peningkatan problem ereksi sebesar 24% (Gades dan Stiven, 2008).

World Health Organization (WHO) telah melaporkan secara statistik antara kebiasaan merokok merupakan faktor yang berpengaruh dalam hubungan terjadinya kanker paru. Jumlah batang yang dihisap setiap hari, dalamnya hisapan, lamanya kebiasaan melibatkan hampir 200.000 pria berusia 50-60 tahun yang diteliti selama 44 bulan didapatkan bahwa angka kematian yang tidak merokok per 100.000 orang adalah 3,4% pria yang tidak merokok, 59,3% pria yang merokok antara 10-20 batang sehari, dan 217,3% diantara mereka yang  merokok 40 batang atau lebih dalam sehari (Elisna, 2000).

WHO di tahun 1996 juga menyatakan bahwa telah dengan berkembang sekitar 50-60% pria yang merokok, sementara perokok wanita hanyalah dibawah 10%, sementara itu di negara-negara maju sekitar 30% pria dan wanita yang punya kebiasaan merokok. Di kalangan pria mulai menyebar luas pada masa perang dunia I antara tahun 1914-1918 dan mencapai puncaknya dipertengahan tahun 1970-an sedangkan kaum wanita-nya mulai merokok sejak masa perang dunia II sekitar tahun 1935 -1945 dan jumlahnya terus meningkat (Aditma, 2004).

America Cancer Society memperkirakan bahwa terdapat 1.500.000 kasus baru dalam tahun 1987 dan 136.000 meninggal Prevalensi Kanker paru di negara maju sangat tinggi, USA di tahun 1993 dilaporkan 173.000 orang dan di Inggris 40.000 orang (Elisna, 2000).

Indonesia menduduki peringkat 4 kanker terbanyak. Di RS Kanker Dhamis Jakarta Tahun 1998 tumor paru menduduki urutan ke-3 sesudah kanker payudara dan leher rahim. Dan sebagian besar kanker paru mengenai pria (65%) life time risk 1 : 13 dan para wanita 1 : 20. Pada pria lebih besar prevalensinya disebabkan faktor merokok yang lebih banyak pada pria. Inseiden puncak kanker paru terjadi antara usia 55-65 tahun.

Berdasarkan data dari RSU Dr. F.L. Tobing Sibolga pada tahun 2008 bahwa yang menderita kanker paru sebanyak 3 orang dan begitu juga data yang didapat di Kelurahan Aek Manis Sibolga pada tahun 2009 bahwa yang menderita kanker paru sebanyak 2 orang. Dan survei Depkes RI tahun 1986 dan 1992 mendapatkan peningkatan kematian juga akibat penyakit jantung dari 9,7% (peringkat ketiga) menjadi 1,6% (peringkat pertama) (G. Sianturi, 2003).

 

~ oleh addy1571 pada Agustus 23, 2009.

2 Tanggapan to “Gambaran Pengetahuan Perokok Tentang Penyakit Kanker Paru”

  1. Penyakit paru-paru bermacam-macam. harus didiagnosis terlebih dahulu oleh dokter yang berkompeten. Menurut Engram (1999), pemeriksaan diagnostik kanker paru adalah sebagai berikut : Foto dada , Analisis sputum untuk sitologi menyatakan tipe sel kanker, Scan tomograsi komputer dan tomogramparu , menunjukkan lokasi tumor dan ukuran tumor, Bronkoskopi dapat dilakukan untuk memperoleh sampel untuk biopsi dan mengumpulkan hapusan bronkial tumor yang terjadi dicabang bronkus, Aspirasi dengan jarum dan biopsi jaringan paru dapat dilakukan jika pemeriksaan radiologi menunjukkan lesi di paru-paru perifer, Radionukliae scan terhadap organ-organ lain menentukan luas metastase (otak, hepar, tulang, dan limpa), Mediastinuskopi menentukan apakah tumor telah metastase ke nodus limpe mediastinum.

    Stadium tidak difaktorkan dengan usia penyakit, namun ditujukan pada tingkat keganasan/keparahan dari penyakit tersebut.
    Namun dianjurkan bila ada ciri-ciri/dugaan mengidap penyakit paru diharapkan segera memeriksakan sejak dini ke dokter spesialis paru.

  2. bagaimana gambaran penyakit paru-paru yang sudah 4 tahun dialami bagi si penderita???
    Stadium berepakahak bila penyakit paru-paru sudah dialami selama 4 tahun??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: