Gambaran Pengetahuan Narapidana Tentang Dampak Penyalahgunaan Narkoba


BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Narkoba merupakan obat terlarang istilah yang digunakan masyarakat dan aparat penegak hukum untuk bahan/obat termasuk kategori berbahaya atau dilarang digunakan, diproduksi, dipasok, diperjualbelikan, diedarkan dan sebaiknya di luar ketentuan hukum.

Narkoba atau NAPZA merupakan bahan/zat yang bila masuk ke dalam tubuh terutama susunan syaraf pusat/otak sehingga bilamana disalahgunakan akan menyebabkan gangguan fisik, psikis/jiwa dan fungsi sosial (Lidya Harlina, 2008).

Narkoba dapat merusak fisik ataupun psikis, dan akan mengalami kemunduran fungsi tubuh dan sistem kekebalannya. Penyalahgunaan narkoba berkaitan erat dengan peredaran gelap sebagi bagian dari kejahatan internasional. Mata perdagangan gelap memasok narkoba, agar orang memiliki ketergantungan, sehingga jumlah suplai meningkat. Terjalin hubungan antara pengedar/bandar dan korban. Korban sulit melepaskan diri dari mereka, bahkan jarang mereka terlibat peredaran gelap, karena meningkatnya kebutuhan akan narkoba.

Menurut WHO sekitar 22.000 orang setiap tahun meninggal dunia akibat mengkonsumsi berbagai obat-obatan yang tergolong narkoba dan dari penyalahgunaan narkoba, NAPZA jenis Opiat (heroin) ditemukan angka kematian (Mortality rate) mencapai angka 17,3% (Zainal, 2008).

Badan Narkotika Nasional (BNN) menyebutkan dalam lima tahun terakhir jumlah kasus tindak pidana narkoba di Indonesia rata-rata naik 51,3 persen atau bertambah sekitar 3.100 kasus per tahun. Kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2003 sebanyak 16.252 kasus atau naik 93 persen dari tahun sebelumnya, di tahun yang sama tercatat 48 ribu orang tersangka kasus tindak pidana narkoba dan pada tahun 2008 kasus ini naik menjadi 101,2 persen (Tanjung Mastar Ain, 2008).

Khusus di DKI Jakarta, kenaikan kasus narkoba tahun 2008 mencapai 800 kasus, data tersebut adalah kasus yang diitangani keperawatan/  kepolisian, sedangkan kasus yang lepas dari penanganan belum diperkirakan besarnya (Tanjung Mastar Ain, 2008).

Depresi yang diakibatkan oleh narkoba 1,5 sampai 12% penderita depresi akibat narkoba (FKUI) dan orang yang mengalami depresi mempunyai resiko relatif (Estimated relative risk) 18,8 terlibat penyalahgunaan/ketergan-tungan NAPZA dibandingkan dengan orang tanpa kecemasan (Hawari, 2007).

Keadaan keluarga yang tidak kondusif atau dengan kata lain disfungsi keluarga mempunyai resiko relatif (Estimated relative risk) 7,9 bagi anak /remaja terlibat penyalahgunaan ketergantungan NABZA dibandingkan dengan anak/remaja yang didik dalam keluarga yang sehat dan harmonis  (kondusif) (Rutter, 1983) dan ketidakutuhan keluarga (Broken home by death) mempunyai pengaruh 26,7% pada anak/remaja terlibat penyalahgunaan/ ketergantungan NAPZA (Hawari, 2007).

Berdasarkan data Biro Pusat Statistik (BPS), jumlah persentase angka putus sekolah atau mengulang sekitar 16,5% pada anak usia 13-15 tahun, artinya angka putus sekolah di Indonesia untuk tingkat Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah sebanyak 684.967 anak. Tahun lalu jumlahnya lebih banyak yaitu 702.066 siswa paling sering menimbulkan kematian akibat overdosis (Kausar, 2004).

Menurut survey nasional pada tahun 2008, pelaku penyalahgunaan NAPZA di Indonesia sebanyak 6% atau sekitar 13 juta orang telah menggunakan ganja (Maffuzh, 2008).

Solusi bagi pengguna aktif biasanya sangat susah, butuh bantuan  obat-obatan medis. Bila pemakai aktif (ketergantungan), cobalah berkonsultasi ke dokter atau ke pusat rehabilitasi. Tetapi kalau bukan pemakai aktif bisa dengan cara yaitu pendekatan agama, dengan mendekatkan diri kepada Tuhan.

Berdasarkan hasil survey pendahuluan di Lembaga Permasyarakatan Kelas II-A Sibuluan I Tahun 2008 Kab. Tapanuli Tengah, Narapidana yang ditahan karena menggunakan narkoba berjumlah 72 orang dan tahanan narkoba yang masih dalam proses berjumlah 48 orang (Lembaga Permasyarakatan Sibuluan I, 2008)

Berdasarkan dari uraian di atas, maka penulis tertarik untuk mengetahui “Bagaimanakah Gambaran Pengetahuan Narapidana Tentang Dampak Penyalahgunaan Narkoba di Lapas Kelas II-A Sibuluan……

Selanjutnya  hub adminsitrator

~ oleh addy1571 pada Agustus 23, 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: