gambaran pengetahuan keluarga tentang penyakit Artritis Rheumatoid


BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Artritis Rheumatoid (reumatik) merupakan suatu penyakit yang tersebar luas serta melibatkan semua kelompok, ras dan etnik di dunia. Penyakit ini merupakan suatu penyakit autoimun (penurunan daya tahan tubuh) yang ditandai dengan infeksi membran otot yang walaupun terutama mengenai jaringan persendian, seringkali juga melibatkan organ tubuh lainnya. Sebagian besar penderita menunjukkan gejala penyakit kronik yang hilang timbul, yang jika tidak diobati akan menyebabkan terjadinya kerusakan persendian dan deformitas (kelainan bentuk) sendi yang progesif (memburuk) yang menyebabkan hilangnya kemampuan untuk berfungsi secara normal bahkan kematian dini. Walaupun faktor genetik, hormon sex, infeksi dan umur telah diketahui berpengaruh kuat dalam menentukan pola perbandingan penyakit ini namun hingga kini penyebab Artritis Rheumatoid yang sebenarnya tetap belum dapat diketahui dengan pasti (Syahrul, 2007).

Menurut kesepakatan para ahli di bidang rematologi, Artritis rheumatod dapat terungkap sebagai keluhan atau tanda. Dari kesepakatan, dinyatakan ada tiga keluhan utama pada sistem muskuloskeletal yaitu nyeri, kekakuan (rasa kaku) dan kelemahan,serta adanya tiga tanda utama yaitu : pembengkakan sendi, kelemahan otot, dan gangguan gerak (Soenarto, 1982).

Artritis Rheumatoid dapat terjadi pada semua umur dari kanak-kanak sampai usia lanjut, atau sebagai kelanjutan sebelum usia lanjut dan gangguan reumatik akan meningkat dengan meningkatnya umur. Namun penelitian tentang penyakit Artritis Rheumatoid ini banyak memfokuskan pada kemungkinan bahwa penyakit ini merupakan hasil dari infeksi oleh organisme yang tidak diketahui, berlangsung secara genetik pada host (individu) yang rentan (Felson, 1993, Soenarto, dan Wardoyo, 1994).

Reumatik dapat menyebabkan perubahan otot, hingga fungsinya  dapat menurun bila otot pada bagian yang menderita tidak dilatih guna mengaktifkan fungsi otot. Artritis Rheumatoid lebih sering dijumpai pada wanita dari pada pria dengan perbandingan sebesar 3 : 1, Namun kejadian ini belum dapat dipastikan sebagai penyebab (Mansjoer Arif, 2001).

Menurut sensus penduduk pada tahun 1980, di indonesia terdapat 16,3 juta orang (11%) yang berusia 50 tahun ke atas. Pada tahun 2000 diperkirakan jumlah penderita artritis reumatoid meningkat menjadi 9,99% dari seluruh penduduk indonesia(22.277.700 jiwa) dengan umur harapan hidup 65-70 tahun (Sensus, 2008)

Secara statistik tercatat lebih dari 10 % dari populasi penduduk dunia terkena rheumatoid. Di Indonesia, kasus rheumatoid artritis pada usia di atas 18 tahun diperkirakan 0,1 sampai 0,3 persen dari jumlah penduduk. Sedangkan pada anak dan remaja di bawah 18 tahun sekitar 1 banding 100.000 orang, umgkap Presiden Rheumatology Association of ASEAN di Jakarta (Isbagio, 2006)

Berdasarkan survei pendahuluan yang dilakukan di Kelurahan Pancuran Pinang Kecamatan Sibolga Sambas Tahun 2009 terdapat jumlah keluarga sebanyak 1.138 keluarga dan Dinas Kesehatan mencatat jumlah anggota keluarga yang menderita penyakit Artritis Rheumatoid di Kelurahan Pancuran Pinang Kecamatan Sibolga Sambas Tahun 2008 berjumlah 53 orang (Dinkes Sibolga, 2009).

Mengingat Artritis Rheumatoid merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi pada keluarga di Sibolga terutama di Kelurahan Pancuran Pinang Kecamatan Sibolga Sambas Tahun 2009, sehingga peneliti tertarik untuk mengetahui bagaimana gambaran pengetahuan keluarga tentang penyakit Artritis Rheumatoid di Kelurahan Pancuran Pinang Kecamatan Sibolga Sambas Tahun 2009.

 

~ oleh addy1571 pada Agustus 23, 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: