Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Miliaria Pada Balita di Puskesmas


BAB I

PENDAHULUAN

 

A. Latar Belakang

Kulit merupakan lapisan jaringan yang terdapat pada bagian luar dari permukaan tubuh (Anatomi Fisiologi, Syaifuddin, Edisi 2).

Selain itu keadaan kulit juga merupakan cermin kesehatan tubuh seseorang. Pada saat sekarang ini para orang tua belum menyadari bahwa menjaga kesehatan kulit pada balita sama pentingnya dengan menjaga kesehatan kulit pada orang dewasa. Dan untuk menjaga kesehatan kulit ini diperlukan perawatan rutin sejak usia dini. Perawatan rutin kulit juga menunjukkan rasa cinta seorang ibu pada buah hatinya, karena sentuhan ibu sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan si anak (Boediardja, 2004).

Salah satu permasalahan yang sering dihadapi oleh para ibu dalam mendidik dan merawat balita adalah perawatan kulitnya. Kulit balita masih sangat sensitif, sehingga balita seringkali menderita penyakit infeksi kulit, seperti miliaria (Nakita, 2005).

Penyakit kulit yang sering terjadi pada anak adalah miliaria. Pada umumnya miliaria sering terjadi di daerah punggung, dahi, leher, bahu, dada, lipatan-lipatan kulit serta bagian tubuh yang berambut. Dan juga diperkirakan sekitar 80% penderita miliaria terjadi pada anak dibawah umur 5 tahun (Sugito, 2007).

Miliaria sering tidak diperdulikan oleh banyak orang karena tidak berbahaya. Miliaria dalam bahasa awam sering dikenal dengan sebutan biang keringat adalah salah satu gangguan pada kulit akibat keringat berlebihan disertai sumbatan saluran kelenjar keringat berupa bintik-intik merah yang timbul pada sekujur tubuh yang mengakibatkan rasa gatal dan panas, sehingga merangsang penderita untuk menggaruknya kuat-kuat. Namun bahayanya jika tempat yang gatal itu digaruk akan menimbulkan iritasi dan luka sampai meradang menjadi bisul akibat infeksi bakteri dan jamur. Miliaria juga merupakan respon terhadap udara yang lembab, faktor pakaian, bahan baju yang tidak menyerap peluh (Elandari, 2003).

Miliaria juga menyerang anak-anak di beberapa negara, seperti Eropa dan Amerika Serikat. Penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat pada tahun 1977-1982 terdapat 102.500 penderita miliaria yang dijumpai sepanjang tahun dengan puncaknya di akhir musim panas. Berbeda dengan hasil survei penelitian di Arab Saudi pada tahun 1986 ditemukan 61% dari 756 penderita miliaria yang terjadi pada bayi dan balita (Mustakim, 2006).

Dari data kunjungan bayi dan anak pada 7 rumah sakit di 6 kota besar di Indonesia terdapat 282 kasus (22,79%) dari 8919 kasus anak menderita penyakit kulit miliaria. Miliaria menempati urutan ke-7 dari 10 penyakit kulit bayi dan balita. Insiden penyakit kulit miliaria ini akan meningkat sampai 50% pada iklim panas dan lembab. Di bagian Ilmu Kesehatan Anak (IKA) Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) terdapat 15% yang menderita penyakit kulit miliaria yang berobat ke Poliklinik Ilmu Kesehatan Anak (Boediardja, 2003).

Morbiditas penyakit kulit miliaria Subbagian Kulit Anak FKUI/RSUPN Tahun 2002 pada usia 0-1 tahun, laki-laki 17 orang dan perempuan 15 orang; usia 1-4 tahun laki-laki 19 orang dan perempuan 15 orang, usia 5-14 tahun laki-laki 12 orang dan perempuan 3 orang (Boediardja, 2002).

Dari hasil survey yang penulis lakukan di Dinas Kesehatan Sibolga, tercatat 683 jumlah balita yang menderita Miliaria pada tahun 2008, sedangkan dari Puskesmas Aek Habil Sibolga tercatat 142 orang yang menderita penyakit kulit Miliaria pada tahun 2008.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan angka kesakitan (morbilitas) dan angka kematian (mortalitas) adalah dengan memberikan pelayanan kesehatan yang efektif pada masyarakat atau penderita miliaria. Dalam melaksanakan upaya tersebut diperlukan sumber daya manusia yang mempunyai kemampuan untuk memberikan pelayanan yang berkualitas yaitu dengan memberikan penyuluhan tentang kesehatan kepada masyarakat. Sehingga pengetahuan yang dimiliki masyarakat diharapkan dapat mempengaruhi perilaku masyarakat terhadap kesehatan.

Pengetahuan masyarakat tentang kesehatan sangat mempengaruhi prilaku atau tindakan masyarakat dalam masalah kesehatan, khususnya dalam penyakit kulit seperti miliaria, maka akan lebih mengerti tentang penanganan atau perawatan yang akan dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut.

Berdasarkan uraian latar belakang di atas, penulis tertarik untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Miliaria Pada Balita di Puskesmas Aek Habil Sibolga Tahun 2009.


~ oleh addy1571 pada Agustus 23, 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: