gambaran kasus pada pre-eklamsia pada Ibu bersalin


BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Di dunia setiap ini seorang perempuan meninggal karena komplikasi yang terikat dengan kehamilan dan persalinannya, atau 1400 perempuan meninggal setiap tahun karena kehamilan dan persalinan sekitar 99% dari kematian ibu dan anak akan balita di negara miskin terutama Afrika dan Asia Selatan.

Pre-eklamsia sebagai salah satu penyakit yang sering dijumpai pada ibu hamil dan masih merupakan salah satu penyebab kematian ibu. Di Amerika Serikat 1/3 dari kematian ibu disebabkan oleh pre-eklamsia. Komplikasi akibat kelainan hipertensi pada kematian secara konsisten dicantumkan diantara tiga penyebab yang lazim pada kematian ibu disemua negara-negara maju. Insiden yang dilaporkan bergantung pada kriteria diagnosis, dan kekurangan yang berbeda dari kesengajaan. Masih tinggi angka kematian ibu hamil dan melahirkan merupakan tantangan yang belum dapat diatasi di Indonesia berkaitan dengan 10 tahun kesepakatan Internasional Pembangunan Kependudukan (ICPD). Yang telah ditandatangani 179 negara termasuk di Indonesia.

Indonesia termasuk angka yang tertinggi dan merupakan indikator derajat kesehatan tertingi di ASEAN, yakni 307 per 100.000 orang tantangan yang harus dihadapi bersama-sama.

Angka kematian ibu melahirkan dan bayi di Indonesia  meningkat pada lima tahun terakhir. Masalah besar ini diyakini tak akan teratasi tanpa kesadaran dan peran kuat dari para pembuat kebijakan, aparat pemerintahan pusat dan daerah, komunitas medis, dan masyarakat sendiri. Data Survey Kesehatan Ibu dan Anak (SKIA) 2000 menunjukkan umur median kehamilan pertama diindonesia adalah 18 tahun dan sebanyak 46 % perempuan mengalami kehamilan pertama dibawah usia 20 tahun. Salah satu penyebab kematian perinatal adalah pre-eklamsia (PE) dan eklamsia (E). Pre-eklamsia merupakan penyebab kematian ibu yang penting disamping sepsis dan perdarahan. Pre-eklamsia dapat diklasifikasikan sebagai hipertensi yang diinduksi kehamilan. Keadaan ini ditandai oleh hipertensi, oedema, dan proteinuria pada pre-eklamsia, diikuti dengan kejang atau koma pada eklamsia.

Ibu hamil  yang mengalami pre-eklamsia 0-5 % berlanjut  menjadi eklamasia kematian janin dengan pre-eklamsia sekitar 10 % dan kurang waktu eklamasia sekitar 20 % ( Hamilton, 2003).

Pemeriksaan ante natal care (ANC) dilakukan sekurang- kurangnya 4 kali selama wanita hamil, melalui ANC dapat beresiko tinggi misalnya tekanan darah tinggi. Ibu bersalin pada usia kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun kehamilan.

Berdasarkan uraian diatas penulis tertarik untuk melaksanakan penelitian dengan judul kasus Pre-eklamsia Ibu Bersalin di RSU. F.L. Tobing Sibolga Tahun 2010.

~ oleh addy1571 pada Mei 18, 2009.

4 Tanggapan to “gambaran kasus pada pre-eklamsia pada Ibu bersalin”

  1. mkacihhhhhhhhhhh……….
    tugaSku jdi enteng……..

  2. thank’s y.. dg ni tugasq jd agak ringan nich….

  3. sangat informatif

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: