gambaran pengetahuan lansia tentang makanan sehat


Latar Belakang

Pada lanjut usia akan terjadi proses menghilangnya kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri atau mengganti dan mempertahankan fungsi normalnya secara perlahan-lahan sehingga tidak dapat bertahan terhadap infeksi dan memperbaiki kerusakan yang terjadi (Constandinides, 1994).

Karena itu dalam tubuh akan menumpuk makin banyak distorsi metabolik dan struktural disebut penyakit degeneratif yang menyebabkan lansia akan mengakhiri hidup dengan episode terminal (Darmojo dan Martono, 1994).

Pada lansia akan terjadi berbagai macam kemunduran organ tubuh, sehingga metabolisme di dalam tubuh menurun. Hal tersebut menyebabkan pemenuhan kebutuhan sebagian zat gizi pada sebagian besar lansia tidak terpenuhi secara adekuat. Oleh karena itu jika diperlukan, lansia dianjurkan untuk mengkonsumsi suplemen gizi. Tapi perlu diingat dan diperhatikan pemberian suplemen gizi tersebut harus dikonsultasikan dan mendapat izin dari petugas kesehatan.

Jumlah lansia di Indonesia 16 juta atau sebesar 11,37% dan ini merupakan peringatan ke-4 di dunia, di bawah Cina, India, dan Amerika Serikat (Zainuddin. 2007).

Di Indonesia jumlah penduduk yang berusia lebih dari pada 60 tahun pada tahun 2005 diperkirakan akan mencapai 19,9 juta atau 8,40% dari jumlah penduduk. Jumlah ini meningkat lagi tahun 2020 menjadi 28,8 juta atau 11,34% dari seluruh populasi. Berdasarkan data statistik Indonesia 1993, populasi usia lanjut di Indonesia diprediksi meningkat 414% atau empat kali lipat tahun 2025 (disbanding 1990) dan merupakan jumlah tertinggi di dunia (Chandra Adhie, 2003).

Lansia beresiko tinggi mengalami nutrisi. Hal ini cukup beralasan karena prevalensi yang tinggi mengenai nutrisi pada lansia yang telah menjadi sorotan dalam survey. Tampak bahwa berdasarkan diagnosa yang dibuat oleh dokter atau petugas kesehatan lainnya dan diketahui penyakit yang terbanyak diderita lansia adalah reumatik 35,3%, diabetes mellitus 12,6%, Osteoporosis dan Obesitas 9,9% dan tingginya kadar lemak 11,7%. Hal ini terjadi karena lansia cenderung mengkonsumsi makanan yang berlebihan dan tidak sesuai dengan kebutuhannya (Nugroho, 2000).

Maka pada saat ini Negara mempunyai standar atau baku untuk kebutuhan zat-zat gizi dengan menggunakan standar WHO. Sebagai acuan utama Indonesia memiliki angka kecukupan gizi yang dianjurkan untuk energi dan zat-zat gizi yang diperbaharui tiap lima tahun melalui Widyakarya Nasional pangan dan gizi dikeluarkan oleh Depkes RI dan Negara Inggris (Brock hehurst tahun 1987).

Di samping itu juga akan mempersiapkan diri untuk pensiunan dari pekerjaannya dengan menciptakan bagi dirinya berbagai bidang minat untuk memanfaatkan waktunya dan memberik kesempatan untuk menikmati sis hidupnya (Andrew, 1996). Beberapa cara untuk menghindari penghentian kegiatan mendadak agar lansia merasa tetap sehat antara lain memberikan pekerjaan yang ringan, mencari pekerjaan yang ringan, mencari pekerjaan lain dan melakukan hal-hal yang diminati (Purwanto, H. 1998).

Dinas Kesehatan Kota Sibolga mencatat jumlah lansia sebanyak 2.412 orang sedangkan lansia di lingkungan Rawang III Kelurahan Aek Muara Pinang Kotamadya Sibolga berjumlah 40 orang (Kantor Lurah Aek Muara Pinang) berdasarkan sejumlah penelitian diperoleh data bahwa rata-rata lansia menderita penyakit jantung, hipertensi, diabetes mellitus yang berlebihan dari yang dibutuhkan terutama konsumsi lemak yang tinggi dan makanan dari gula murni (Path, Erna Trancin, 2004


~ oleh addy1571 pada April 5, 2009.

3 Tanggapan to “gambaran pengetahuan lansia tentang makanan sehat”

  1. gmana cara downloadnya bro???

  2. maaf ralat, maksudnya g sampean cantumkan ya?

  3. Mas utk daftar pustaka riset pengetahuan lansia tentang makanan sehat di Rawang III kelurahan Aek Muara Pinang Kotamadya Sibolga tahun 2008 ga ada samoean cantumkan ya mas?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: