Makalah Manfaat ASI pada bayi


Dalam meningkatkan pemberian ASI pada bayi, masalah utama dan prinsip yaitu bahwa ibu-ibu membutuhkan bantuan dan informasi serta dukungan agar merawat payudara pada waktu hamil untuk mempersiapkan ASI pada saat melahirkan sehingga menambah keyakinan bahwa mereka dapat menyusui bayinya dengan baik dan mengetahui fungsi dan manfaat perawatan payudara pada saat hamil.

Salah satu upaya agar produksi ASI pada saat menyusui lancar, ibu hamil dianjurkan untuk merawat payudara dengan metode dan teknik yang benar. Tahap ini sangat penting dilakukan karena proses laktasi sudah dimulai sejak kehamilan. Teknik perawatan payudara ibu hamil terdiri dari 2 tahap, yaitu pemeriksaan payudara dan persiapan puting susu.

Perawatan payudara sebaiknya dilakukan selama masa kehamilan bukan sudah sesudah persalinan. Dengan melakukan perawatan payudara dengan benar dan teratur dapat menguatkan, melenturkan dan mengatasi terpendamnya puting susu sehingga bayi mudah menghisap ASI dan juga menjaga keberhasilan payudara, mencegah penyumbatan dan bermanfaat untuk memperkuat kulit sehingga mencegah terjadinya luka pada saat mulai menyusui.

PERAWATAN PAYUDARA

Defenisi

Salah satu upaya agar produksi ASI pada saat menyusui lancar, ibu hamil dianjurkan untuk merawat payudara dengan metode dan teknik yang benar. Tahap ini sangat penting dilakukan karena proses laktasi sudah dimuali sejak masa kehamilan.

Perawatan payudara sangat penting dilakukan selama hamil sampai mata masa menyusui. Hal ini karena payudara merupakan satu-satunya penghasil ASI yang tidak bisa ditandingi susu formula buatan manusia, sehingga perawatan payudara harus dilakukan sedini mungkin.

Payudara adalah kelenjar yang terletak di bawah kulit dan di atas otot dada. Secara vertical payudara terletak diantara kosta II dan VI, secara horizontal mulai dari pinggir sternum sampai linea aksilaris medialis. Kelenjar susu berada di jaringan subkutan tepatnya diantara jaringan subkutan superfisial dan profundus yang menutupi musku pektoralis mayor, sebagain kecil teratas anterior dan oblique externa.

Payudara terdiri dari susunan jaringan kelenjar jaringan ikat dan jaringan lemak. Payudara berkembang sejak embrio manusia berusia 6 minggu. Umumnya berat payudara pada saat menyusui mencapai 600-800 gram.

Perubahan Payudara

Perubahan payudara merupakan awal dari kehamilan yang dirasakan pada ibu hamil kartena pengaruh estrogen. Pada kehamilan menyebabkan perkembangan papilla mamae, aerola semakin nyata. Glandula sebacea mensekresikan sebum seperti minyak yang berguna untuk melumasi papilla mamae. Pada stadium disebut tuberculum montgomery, colostrum mulai keluar dari papilla mamaee pada multigravida dan pada primigravida akan mulai memproduksi colostrum pada akhir kehamilan. 16 minggu kehamilan, colostrum menjadi lebih kuning, karena penurunan estrogen memungkinkan naiknya kadar prolaktin dan produksi ASI pun di mulai. Produksi prolaktin yang berkesinambungan disebabkan oleh adanya penghisapan dari bayi. Ada tiga bagian utama payudara :

1. Korpus (badan), yaitu bagian yang membesar.

2. Aerola, yaitu bagian kehitaman di tengah.

3. Papilla (puting), bagian menonjol di puncak payudara.

Bentuk-bentuk Puting Susu

1. Puting susu menonjol

Puting menonjol dan keluar, tipe ini mudah untuk dihisap bayi.

2. Puting susu besar

Tipe ini paling mudah dihisap bayi, meski demikian adakalanya karena ukuran yang besar menimbulkan keraguan bayi untuk menghisapnya.

3. Puting datar

Puting susu menonjol dan keluar, namun permukaannya datar, puting yang susah dihisap bayi.

4. Puting susu terbenam

Puting susu seolah terbenam di dalam payudara, tipe puting ini yang paling susah dihisap bayi.

Tujuan Perawatan Payudara

1. Memelihara kesehatan dan kebesihan payudara ibu.

2. Memelihara dan menguatkan puting susu

3. mengatasi puting susu pada keadaan datar/terbenam sehingga dapat menyembul keluar siap dilakukan kepada bayi.

Manfaat Perawatan Payudara

1. Merangsang kelenjar-kelenjar air susu sehingga produksi ASI banyak dan lancar.

2. Dapat mendeteksi kelainan-kelainan payudara secara dini

3. Mempersiapkan mental ibu untuk menyusui.

Teknik Perawatan Payudara

Pemeriksaan payudara ibu hamil terdiri dari 2 tahap, yaitu :

1. Pemeriksaan payudara

Pemeriksaan payudara dilakukan ibu untuk mengetahui ada tidaknya benjolan pada payudara ibu. Pemeriksaan ini dapat dilakukan sendiri. Caranya salah satu tangan diluruskan ke atas, jari-jari tangan yang lain digunakan untuk memeriksa payudara, lalu pijat payudara dengan cara gerakan mengelilingi payudara menuju aerola bagian atas.

2. Persiapan puting susu

Tujuan utama persiapan puting susu bagi ibu hamil adalah untuk menguatkan, melenturkan dan mengatasi terpendamnya puting susu. Agar tujuan tersebut tercapai, susu harus :

a. Kompres puting susu sampai bagian aerola mamae dengan kapas yang sudah dibasahi dengan minyak selama 2-3 menit. Tahap ini bertujuan untuk memperlunak kotoran/kerak yang menempel pada puting susu sehingga mudah dibersihkan.

b. Oleskan ibu jari dan jari telunjuk dengan minyak

c. Jika puting susu normal, letakkan ibu jari dan jari telunjuk di sekitar puting susu, lakukan gerakan memutar ke arah dalam sebanyak 30 kali seputaran untuk meningkatkan elastisitas otot puting susu.

d. Jika puting susu datar atau masuk ke dalam, letakkan kedua jari telunjuk di sebelah kiri dan kanan puting susu secara perlahan, tekan dan hentakkan ke arah luar menjauhi puting susu sebanyak 20 kali.

e. Lakukan hal yang sama dengan tahap, tetapi tarikan dan hentakan jari telunjuk dari atas ke bawah.

~ oleh addy1571 pada April 4, 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: