Gambaran Pengetahuan Tenaga Kesehatan Tentang Penyakit Flu Burung


Pendahuluan

Wabah penyakit flu burung yang disebabkan virus avian influenza kini belum dapat dikendalikan dan kini merupakan misteri bagi dunia.virus ini mempunyai potensi yang besar sebagai makhluk pembunuh yang menakutkan bila penyebarannya tidak dapat dihentikan. Seluruh dunia siap siaga dalam menghadapi flu burung (Handharyani, 2005).

Penyakit flu burung umumnya menyerang unggas muda serta dapat menimbulkan gejala yang ringan sampai berat dan fatal, yaitu menimbulkan kematian. Namun, kadang-kadang unggas terserang penyakit, terutama unggas liar seperti itik dan burung liar, tidak menunjukkan gejala klinis, tetapi dapat menyebarkannya pada hewan lain maupun manusia. Gejala klinis yang terjadi adalah kerontokan bulu, penurunan produksi telur, pembengkakan di daerah kepala, kelemahan, dan gangguan respirasi. Gejala penyakit flu burung pada manusia mirip dengan influenza yang biasa terjadi pada manusia, antara lain seseorang akan mengalami infeksi saluran pernafasan akut dengan gejala demam 380C atau lebih, batuk, pilek, sakit tenggorokan, pegelinu, nyeri otot, pusing, peradangan selaput mata, serta kadang-kadang disertai diare (Yuliarti, 2006).

Hingga Juni 2007, WHO telah mencatat sebanyak 310 kasus dengan 189 kematian pada manusia yang disebabkan virus avian influenza yaitu : Indonesia 99 kasus dengan 79 kematian, Vietnam 93 kasus dengan 42 kematian, Mesir 34 kasus dengan 14 kematian, Thailand 25 kasus dengan 17 kematian, RRC 25 kasus dengan 10 kematian, Kamboja 7 kasus dengan 7 kematian, Irak 3 kasus dengan 2 kematian, Djibauti 1 kasus dengan 2 kematian, Laos 2 kasus dengan 2 kematian, Nigeria 1 kasus dengan 1 kematian (WHO, 2006).

Di Indonesia telah ditemukan kasus flu burung yang saat ini sangat meresahkan masyarakat indonesia khususnya bagi para peternak unggas.

(Anonim, 2006).

Wabah flu burung pada unggas telah merebak hampir diseluruh Provinsi di Indonesia ada 11 provinsi telah mencatat 101 kasus terkonfirmasi dan 80 diantarnya meninggal dunia (IDSA, 2007).

Pada bulan Januari 2004 dilaporkan adanya kasus kematian ayam ternak yang luar biasa terutama di Bali, Bandung, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Kalimantan Barat. Jumlah uggas yang mati akibat wabah penyakit flu burung di 10 Provinsi di Indonesia sangat besar yaitu 3.842.275 ekor dan yang paling tinggi jumlah kematiannya adalah flu burung yang telah merenggut tiga orang nyawa warga Tanggerang Banten. Hal ini terjadi

karena kurangnya fasilitas kesehatan yang memadai, keterbatasan kemampuan pelayanan kesehatan dalam menangani penyakit flu burung.

(Depkes RI, 2008).

Kasus virus avian influenza terbesar di dunia terjadi di Desa Kubu Simbelang, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dimana delapan orang yang berhubungan darah dinyatakan positif terinfeksi avian dan tujuh diantaranya meninggal dunia (Fidra, 2005).

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah menetapkan status siaga untuk penanggulangan wabah tersebut belum lama ini. Penetapan status siaga ini dilakukan akibat ditemukan unggas milik warga Perjuangan Desa Sibuluan I, Pandan, Tapteng terserang virus flu burung (Ana, 2008).

Penemuan itu terdiri dari 2 ekor ayam kampung dan 19 ekor itik milik warga langsung dimusnahkan petugas kesehatan dari Dinas Peternakan Tapteng. Hal ini disebabkan kurangnya penyuluhan kesehatan tentang pencegahan penyakit flu burung. Dinas Kesehatan melaporkan bahwa sejauh ini belum ditemukan kasus terhadap manusia yang positif terjangkit virus akibat dari wabah flu burung (Ana, 2008).

Setelah penemuan dan pemusnahan ternak unggas tersebut, seluruh lokasi tempat penemuan saat ini sudah disterilkan Petugas Kesehatan Tapanuli Tengah yang membuka Posko pengawasan di Puskesmas terdekat untuk mencegah penyebaran virus flu burung (Ana, 2008).


~ oleh addy1571 pada April 4, 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: