Gambaran Pengetahuan Pengunjung tentang Penyakit Tuberculosis Paru di Ruang Poli Paru


Latar Belakang

Pembangunan kesehatan merupakan bagian dari pembangunan nasional yang dilaksanakan secara bertahap dan berkesinambungan serta ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat secara menyeluruh, dimana masalah kesehatan yang menimbulkan angka kesakitan (morbilitas) dan angka kematian (mortalitas) adalah penyakit menular seperti Tuberculosis paru, Hepatitis, AIDS dan penyakit menular lainnya. Dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian maka dilakukan pemberantasan penyakit menular dengan penerapan ilmu tehnologi kesehatan yang didukung aktif masyarakat (Depkes RI,2001).

Menurut WHO (World Health Organization) 1993, Tuberculosis paru (TB paru) merupakan masalah kesehatan penting didunia saat ini, tuberculosis paru telah menginfeksi sepertiga penduduk dunia. Sekitar 8 juta penduduk dunia diserang tuberculosis paru dengan kematian 3 juta pertahun. Dinegara berkembang kematian. Ini merupakan 25% dari kematian penyakit yang sebenarnya dapat diadakan pencegahan (Taufan,1993).

Menurut WHO Indonesia tahun 2001 berada pada urutan ketiga didunia setelah India dan China. Setiap tahun diperkirakan dari 583,000 penderita TB paru 140,000 penderita meninggal. Keberhasilan pengobatan dan kombinasi obat yang cukup, sangat ditentukan oleh keteraturan penderita dalam pengobatan, karena sekali saja penderita melanggar tata tertib pengobatan kuman tuberculosis paru dapat menjadi kebal. WHO telah merekombinasikan strategi Derectly Observed Treatment Short Chouse (DOTS) berupa pengobatan panduan OAT dengan pengawasan langsung, untuk selanjutnya tetap membeli atau mengambil obat, minum secara tetatur, kembali mengontrol untuk menilai hasil pengobatan, guna untuk menanggulangi  ketidakteraturan  penderita menjalani  pengobatan.

Ketidakteraturan penderita menjalani pengobatan kemungkinan besar tidak menjadi kesembuhan, malah akan mengakibatkan kekebalan kuman tuberculosis paru terhadap obat, untuk menghindari resiko tersebut perlu dilakukan Pengawas Menelan Obat (PMO), agar tetap teratur minum obat baik dari keluarga maupun dari tenaga kesehatan. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah, untuk meningkatkan angka kesembuhan penderita tuberculosis paru, namun hasilnya belum begitu memuaskan, karena adanya faktor yang menyebabkan ketidakteraturan pengobatan baik dari dalam diri penderita, maupun faktor yang berasal dari luar penderita termasuk program pemerintah, yang belum berhasil (Nurhayati,2007).

Indonesia merupakan negara yang sedang berkembang, dimana masyarakat Indonesia masih memiliki daya tahan tubuh yang rendah karena faktor gizi yang buruk, istirahat yang kurang, aktifitas yang padat, pengetahuan yang kurang, pola hidup dan perilaku hidup yang tidak sehat (Depkes RI,2001).

Penyakit tuberculosis merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh mycobakterium tuberculosis dengan gejala yang bervariasi, penyakit ini dapat menyerang seluruh bagian tubuh seperti : paru-paru, tulang, alat kandungan, kelenjar lympha dan otak. Tetapi organ yang paling sering terserang penyakit ini adalah paru-paru, angka penyakit ini lebih tinggi pada laki-laki dari pada perempuan (Doenges,1999).

Penyakit tuberculosis paru merupakan penyakit yang serius di Sumatera Utara yang dapat menyebabkan kematian, diperkirakan di Sumatera Utara pada tahun 2007 terdapat penderita tuberculosis paru sebanyak 1.200.000, penderita, kondisi ini sudah memperlihatkan penigkatan angka penemuan kasus walaupun belum mencapai target, saat ini dibutuhkan kedisiplinan penderita untuk berobat keunit pelayanan kesehatan selama 6 – 8 bulan (Wijanarko,2005). Berdasarkan survey pendahuluan yang dilakukan peneliti bahwa di Kota Sibolga khususnya diruang poli paru RSU F.L. Tobing Sibolga Tahun 2008 pada bulan Januari – Maret jumlah pengunjung yang datang berobat kerumah sakit sebanyak 1100 orang, yang menderita tuberculosis paru sebanyak 820 orang (74,5%) dan sisanya sebanyak 180 orang yaitu menderita penyakit asma, emfisema, bronkhitis, dan PPOK.

~ oleh addy1571 pada April 4, 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: