Oleh: addy1571 | Agustus 23, 2009

gambaran pengetahuan ibu tentang biang keringat (Miliaria) pada bayi


BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Indonesia merupakan daerah tropis sehingga sering terjadi biang keringat (Miliaria) khususnya pada bayi berusia kurang dari  6  bulan. Karena cuaca yang panas sangat berpengaruh untuk terjadinya biang keringat (miliaria). Bayi baru lahir akan dibedong untuk menjaga kehangatan tubuhnya agar tidak terjadi hipotermi sekitar 34,14% bayi terkena biang keringat (milaria) akibat pembedongan, pembedongan pada bayi akan memberi efek hangat tetapi bila cuaca panas dapat menyebabkan biang keringat. Keadan inilah yang sering menyebabkan biang keringat (miliaria). Milaria dapat terjadi pada bayi-bayi prematur  pada minggu pertama pasca persalinan disebabkan oleh sel-sel pada bayi yang belum sempurna sehingga terjadi sumbatan pada kelenjar kulit dan mengakibatkan retensi keringat, biang keringat terjadi sekitar 40% pada bayi baru lahir (FKUI, 2005).

Pori-pori sejati pada bayi berfungsi sebagai sistem kerja kelenjar keringat dimana pada bayi yang fungsinya belum sempurna sehingga bila bayi kepanasan akan menimbulkan biang keringat. Keringat bayi yang keluar terkumpul dibawah kulit, kemudian akan muncul bintik-bintik merah dan akan menimbulkan rasa gatal, terutama di daerah paha dan bagian tubuh yang tertutup. Bayi yang mengalami biang keringat menjadi rewel akibat rasa gatal dan orang tua biasanya mengeluh karena pola tidur bayinya terganggu seperti gelisah, tidak nyeyak dan lainnya (FKUI, 1999).

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization, 2006) melaporkan tiap tahun terdapat 80% penderita biang keringat (miliaria), diantaranya 65% terjadi pada bayi. Berdasarkan harian Kompas Jakarta 15 Desember 2008 melaporkan 49,6% penduduk Indonesia Beresiko terkena biang keringat (miliaria). Sebagian besar sering terjadi pada bayi terutama di kota-kota besar yang panas dan pengap. Profil Kesehatan Sumatera Utara Tahun 2008 menyebutkan  jumlah bayi yaitu 6.350 dan menderita miliaria (biang keringat) sebanyak 3413 (34,13%) bayi. Prevalensi penyakit kulit di Indonesia cukup tinggi baik oleh bakteri virus dan jamur, tergantung pada lingkungan dan kondisi setiap individu.

Berdasarkan survey pendahulun yang dilakukan di Puskesmas Aek Habil periode Januari – Mei 2009 dari 108  ibu yang memiliki bayi. Ditemukan 33 (3,3%) bayi yang menderita biang keringat (miliaria).

Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai “Gambaran pengetahuan ibu tentang biang keringat (Miliaria) pada bayi di Kelurahan Aek Manis Kecamatan Sibolga Selatan Tahun 2009”.

 

About these ads

Responses

  1. Right now it seems like WordPress is the preferred blogging platform available right
    now. (from what I’ve read) Is that what you are using on your blog?

    • yep, it’s true ;) (y)

  2. malam..bisa minta tlg minta daftar pustaka untuk cari bukunya?makasi…

  3. Moga Allah jauhkan kita dari penyakit-penyakit seperti ini…


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: