Oleh: addy1571 | Agustus 23, 2009

Gambaran pengetahuan Ibu Tentang Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)


BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Situasi dan kondisi Indonesia dalam bidang kependudukan saat ini masih sangat memprihatinkan. Dengan jumlah yang sangat besar yaitu sekitar 215 juta jiwa. Pada tahun 2007 menduduki urutan ke-4 dari seluruh dunia.kepesatan penduduk Indonesia tersebut merupakan fenomena yang memerlukan perhatian dan penanganan yang lebih sungguh-sungguh dan berkelanjutan. Keadaan ini sangat mempengaruhi masalah kualitas sumber daya manusia karena masih dijumpainya penduduk yang sangat miskin, yang sangat memerlukan bantuan untuk sekedar hidup.

Salah satu upaya yang perlu dilakukan oleh pemerintah untuk menangani masalah ini adalah dengan menggalakkan dan mengaktifkan kembali program keluarga berencana nasional Indonesia untuk pembangun-an yang berorientasi pada masa depan yang lebih baik.

Pembangunan Keluarga Berencana Nasional diarahkan kepada terwujudnya “Keluarga Berkualitas 2015” yang pada hakikatnya dimaksudkan untuk mewujudkan keluarga-keluarga Indonesia yang mempunyai anak ideal, sehat, berpendidikan, sejahtera, berketahanan dan terpenuhi hak-hak reproduksinya (BKKBN, 2006).

Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) merupakan salah satu jenis alat kontrasepsi yang mengandung hormon untuk mencegah terjadinya konsepsi. Keuntungan dari pemakaian AKDR ini selain lebih efektif, tidak mempengaruhi kualitas dan volume ASI bagi ibu yang menyusui, penyulit tidak terlalu berat, dan pulihnya kesuburan setelah pencabutan alat kontrasepsi berlangsung baik (Manuaba, 1998).

Berdasarkan data dari Negara Amerika Serikat jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) yang menggunakan alat kontrasepsi AKDR di dunia 13,6% dan di negara maju PUS yang menggunakan alat kontrasepsi masih rendah sebanyak 7,6% dan di negara-negara yang sedang berkembang sudah mengalami peningkatan dengan jumlah 14,5% (Statistik, 2008).

Dari hasil laporan Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) melaporkan jumlah PUS yang telah menggunakan kontrasepsi AKDR sebanyak 4,8%, sedangkan di Medan jumlah PUS yang menggunakan alat kontrasepsi AKDR sebanyak 2,586%. Kondisi ini menunjukkan bahwa masih sangat rendahnya minat PUS terhadap AKDR (Statistik, 2008).

Di wilayah Pemko Sibolga tercatat jumlah PUS yang menggunakan alat kontrasepsi AKDR sejumlah 17,10% dan data yang diperoleh dari Kelurahan Aek Manis mendapat urutan ke-4 menggunakan AKDR sebanyak 99 orang (1,5%) dan dilaporkan jumlah PUS sebanyak 1,605 orang.

Rendahnya minat PUS terhadap AKDR tentunya tidak terlepas dari rendahnya dukungan suami untuk menggunakan alat kontrasepsi tersebut. Sehingga sangat perlu pemahaman yang baik tentang AKDR bagi pasangan usia subur (Depkes, 2000).

Berdasarkan uraian diatas, maka penulis merasa tertarik untuk mengetahui Gambaran pengetahuan Ibu terhadap AKDR di Kelurahan Aek Manis Kecamatan ………..

 

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: