Oleh: addy1571 | Agustus 23, 2009

Gambaran pengetahuan Bidan Tentang Manajemen Terpadu Bayi Muda (MTBM) di Bidan Praktek Swasta


BAB I

PENDAHULUAN

A. Pendahuluan

Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia telah terjadi penuruan yang berarti, namun demikian angka kematian bayi (AKB) masih merupakan angka tertinggi di negara ASEAN lainnya. Wolrd Health Organization (WHO) dan United Nations International Children’s Emergency Fund (UNICEF) memperkenalkan 1 (satu) set pedoman terpadu yang menjelaskan secara rinci penanganan penyakit-penyakit melalui pendekatan Making Pregnancy Safer (MPS) yang memiliki 3 pesan kunci, yaitu : semua persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih, semua komplikasi obstetri mendapat askes pencegahan dan penatalaksanaan kehamilan yang tidak diinginkan dan aborsi yang tidak aman. Oleh karena itu, Departemen Kesehatan bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia mengembangkan suatu paket pelatihan untuk melatih tenaga kesehatan tentang proses Manajemen Terpadu Bayi Muda (MTBM) yang menguraikan cara perawatan bayi sakit yang datang berobat ke fasilitas kesehatan baik kunjungan pertama maupun kunjungan ulang (Depkes RI, 1999).

Dengan adanya pelatihan MTBM, maka disepakati beberapa perubahan yaitu masukknya kelompok umur 1 hari – 2 bulan yang memberikan pelayanan yang berkualitas dan juga memberikan kontribusi cukup besar dalam mencegah terjadinya kematian bayi karena pneumonia, diare, malaria, campak, dan malnutrisi serta gangguan perinatal/neonatal (Dinkes Propinsi Sumatera Utara, 2006).

Dalam perkembangannya, pedoman ini diperluas sehingga mencakup Menajemen Terpadu Bayi Muda (MTBM) umur 1 hari sampai 2 bulan, baik dalam keadaan sehat maupun sakit. Penanganan bayi muda umur kurang dari 2 bulan diutamakan pelaksanaannya karena bayi muda rentan terhadap penyakit, karena kekebalan tubuh atau daya tahan imun masih rendah sehingga penyakit cepat menjadi parah, serius, bahkan meninggal, terutama pada 1 minggu pertama kehidupan bayi (Depkes RI, 2006).

Penerapan MTBM diperlukan satu pemahaman dan komitmen pada bidan yang berkualitas serta memberikan bimbingan teknis baik secara langsung maupun tidak langsung sehingga penanganan tepat pada gejala bayi muda bisa lebih cepat (Depkes Prop. Sumut, 2006).

Di Provinsi Sumatera Utara tahun 2006 cakupan sebesar 71% tenaga kesehatan yang sudah dilatih guna menerapkan Manajemen Terpadu Bayi Muda (MTBM). Namun dalam pelaksanaannya masih belum semua tenaga kesehatan menerapkan manajemen tersebut pada setiap bayi yang datang berobat (Dinkes Propinsi Sumut, 2006).

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Sibolga tahun 2008, cakupan neonatus sebesar 62% tenaga kesehatan yang sudah dilatih tentang Manajemen Terpadu Bayi Muda (MTBM), namun hanya 28% yang menerapkan dengan baik khususnya di bidan praktek swasta (Dinkes Kota Sibolga).

Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang “Gambaran pengetahuan Bidan Tentang Manajemen Terpadu Bayi Muda (MTBM) di Bidan Praktek Swasta Kota Sibolga Tahun 2009”.

About these ads

Responses

  1. tinjauan pustaka ttg mtbm…

  2. boleh minta tinjauan pustakanya ga? thanks sblmnya ya…


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: